Sabtu, 26 April 2014

ISOLASI MIKROORGANISME LINGKUNGAN



LAPORAN
PRATIKUM MIKROBIOLOGI

 






DISUSUN OLEH :
PUTRI RAHAYULIA
NIM : 1360098 

DOSEN PENGAMPU :
GINA LESTARI, S. Farm., Apt
SANDI OKTALINA, Amd., Far

AKADEMI FARMASI AL-FATAH
BENGKULU
T.A 2013/2014


ISOLASI MIKROORGANISME LINGKUNGAN

Tujuan
1.      Mahasiswa dapat menumbuhkan bakteri dan memisahkan mikroba dari campuran sehingga didapat kultur murni
2.      Mengetahui tahap awal dalam mengisolasi mikroba
3.      Mengetahui macam – macam karakteristik mikroba

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Ketika kita ingin mempelajari sifat, morfologi dari suatu bakteri, kita harus memiliki isolat murni yang tidak tercampur dengan bakteri lain. Untuk memperoleh bakteri yang murni, maka dilakukan isolasi.
Isolasi adalah kegiatan untuk memisahkan bakteri yang diinginkan dengan bakteri pengkontaminan. Tahap awal untuk isolasi adalah inokulasi. Inokulasi adalah tahapan penanaman bakteri yang akan dikembangkan kedalam media penanaman, ini dapat menggunakan jarum ose maupun mikropipet. Alat yang digunakan harus steril, sehingga benar – benar isolat murni yang didapat.
Oleh karena itu pratikum ini dilakukan agar pratikan dapat mengetahui dan mengerti cara mengisolasi pertumbuhan mikroba dengan cara yang benar dan aseptis dan dapat mempelajari pertumbuhan mikroba.


BAB II
PELAKSANAAN PERCOBAAN
A. Bahan dan Cara Kerja
Alat dan Bahan :
Alat :
-          Pipet Steril
-          4 Cawan Petri
-          Tabung Reaksi
-          Bursen
-          Beaker Glass
-          Erlemeyer
-          Timbangan
-          Hot Plate
-          Statula/Spatel
Bahan :
-          Medium NA
-          Aqua dest steril
-          Tanah Bekas Pembuangan Sampah
-          Air Comberan
B. Cara Kerja :
1.      Buat pengenceran tanah dan air masing – masing
2.      Timbang 1 gram tanah dan aqua dest 9ml
3.      Ambil air comberan sebanyak 1ml dan tambahkan aqua dest 9ml
4.      Pengeceran dilakukan 10-1 dari masing – masing tabung reaksi hingga 4 tabung reaksi, dan tandai tabung reaksi dengan nomor.
5.      Kemudian siapkan medium NA yang telah dibuat sebelumnya, lalu masukkan kedalam cawan petri untuk 4 sampel.
6.      Lakukan teknik kerja aseptis
7.      Lakukan pemindahan sampel yang berasal dari air comberan dengan menggunakan pipet ukur 1ml dan sampel tanah bekas pembuangan sampah  dengan gelas ukur 1ml yang telah dilakukan pengeceran (10-2) dan (10-4) kedalam media yang telah disediakan
8.      Bagian mulut alat yang memungkinkan kontaminasi masuk, dibakar
9.      Lakukan pemindahan dekat api dengan menggunakan metode sebar (spread plate menthod)
10.  Tutup kembali dan masukkan kedalam inkubator selama 1hri (±24jam)
11.  Amati setelahnya














BAB III
HASIL PENGAMATAN

    Rabu 20 November 2013
Pukul : 13.20 WIB
Laboratorium Mikobiologi
No
Media NA
Ciri – Ciri Koloni
Jumlah Koloni
Keterangan
1
Pengeceran 2
Tanah
Cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai
Banyak koloni yang terlihat / tampak di permukaan medium
Koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium
2
Pengeceran 4
Tanah
Cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai
Koloni lebih sedikit yang terlihat / tampak di permukaan medium
Koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium
3
Pengeceran 2
Air
Cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai
Banyak koloni yang terlihat / tampak di permukaan medium
Koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium
4
Pengeceran 4
Air
Cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai
Koloni lebih sedikit yang terlihat / tampak di permukaan medium
Koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium





HASIL :
PENGECARN TANAH :













PENGECERAN AIR :






BAB IV
PEMBAHASAN

Setelah dilakukan isolasi mikroba lingkungan, yaitu mengambil sampel yang berasal dari tanah tempat pembuangan sampah dan air yang berasal dari comberan / got, maka dapat dilihat bahwa pada percobaan tersebut tidak ada koloni bakteri yang tumbuh sempurna.
Pada sampel yang diambil dari tanah tempat pembuangan sampah dengan pengenceran kedua (10-2) dapat dilihat pada medium NA, ciri – cirinya cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai serta koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium. Begitu pun pada pengeceran ke empat (10-4)  tapi jumlah koloninya lebih sedikit.
Selanjutnya pada sampel yang diambil dari air comberan / got dengan pengenceran kedua (10-2) dapat dilihat pada medium NA, ciri – cirinya cairan berwarna kuning, agar padat dan berderai serta koloni tumbuh tidak sempurna pada permukaan medium. Begitu pun pada pengeceran ke empat (10-4)  tapi jumlah koloninya lebih sedikit. Hal ini bisa dikarenakan teknik isolasi yang kurang baik.
Dengan demikian dapat dilihat, bahwa pada dasarnya percobaan yang dilakukan menunjukkan adanya pertumbuhan bakteri.
Di dalam populasi mikroba tidak dapat terpisah jenisnya, tetapi terdiri dari campuran berbagai macam sel. Didalam laboratorium populasi bakteri ini dapat diisolasi menjadi kultur murni yang terdiri dari satu jenis yang dapat di pelajari morfologi, sifat dan kemampuan biokimiawinya.
            Maka dengan isolasi ini kita dapt mengidentifikasi suatu bakteri menjadi biakan murni. Untuk melakukan teknik isolasi itu yang paling penting untuk diperhatikan adalah cara kerja aseptisnya. Sebelum membuka ruangan atau bagian steri didalam tabung / cawan erlemeyer, sebaiknya bagian mulut (bagian yang memungkinkan kontaminasi masuk) dibakar atau dilewatkan api busen terlebih dahulu. Selanjutnya seperti pinset dan lain – lain dapat disemprotkan dengan alkohol 70% terlebih dahulu lalu dibakar, usahakan bagian alat  yang diharapkan dalam kondisi steril didekatkan pada api bunsen, jika kita bekerja di safety cabinet tidak memakai pembakar bunsen, tetapi jika diluar dari padanya, maka semakin banyak api bunsen, semakin baik dan terjamin kondisi aseptisnya. Kerja aseptis ini sangat mendukung isolasi bakteri itu sendiri.
            Pada pratikum kali ini, teknik isolasi yng dilakukan adalah dengan menggunakan metode sebar (spread plate mentod) yang merupakan metode isolasi dengan cara menyebarkan sejumlah inokulum pada permukaan medium padat.













BAB V
KESIMPULAN

            Berdasarkan pratikum yang dilakukan tentang isolasi mikroba lingkungan, maka dapat ditarik kesimpulan :
1.      Dalam melakukan teknik isolasi mikroba diambil sebagai sampel adalah berasal dari tanah yang berasal dari tempat sampah dan air yang berasal dari comberan (pembuangan) / got.
2.      Teknik isolasi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode sebar (spread plate mentod) yang merupakan metode isolasi dengan cara menyebarkan sejumlah inokulum pada permukaan medium padat.
3.      Dalam melakukan teknik isolasi sangat perlu memperhatikan saran kerja aseptis.









DAFTAR PUSTAKA

Farmasiputri.blogspot.com/2012/05/isolasi.mikroba.lingkungan.html
Dwidjoseputro,D.2005.Dasar-dasarMikrobiologi.Jakarta:Djambatan
Juduamidjojo,muljono.1991.TeknologiFermentasi:Bogor:IPB





Tidak ada komentar:

Posting Komentar